Lompat ke daftar project
TKI - TENAGA KERJA ISTIMEWA

Saya bekerja, tetap belajar sesekali berbagi cerita

Perjalanan yang dimulai pada 4 Desember 1998 dari Jakarta terbang dengan Garuda Indonesia menuju Riyadh. Selain keberanian, paspor dan dokumen lainnya, serta sisa rupiah, sebuah kertas catatan dari bapak berisi nomor telepon dan kalimat bahasa Arab dalam teks bahasa, "Mister, ana walad Ali, alhen ana fil mator malik Khalid". Saya sudah menghafalnya, namun kertas itu tetap saya bawa!

Tentang

Berangkat ke Arab Saudi dengan niat sederhana: bekerja dan membantu keluarga. Hampir tiga dekade kemudian, masih berada di Riyadh, masih bekerja, masih belajar, dan masih terus mencari pengalaman baru.

Perjalanan dimulai sebagai **sopir perumahan** selama tiga bulan. Kemudian bekerja sebagai cleaning service di sebuah toko komputer, dan pada bulan ketiga mulai dipanggil "Ya muhandis!", karena saya sudah bisa mem-format PC. Dari sana saya belajar secara otodidak hingga dipercaya menjadi teknisi, bahkan menangani satu toko komputer sekaligus layanan maintenance, hingga tahun 2002.

Setelahnya, saya berpindah ke perusahaan jasa pengiriman *door to door* Indonesia sebagai **manajer operasional**, termasuk membantu membuka cabang di Makkah dan Jeddah. Tahun 2004 saya menikah di Jeddah dan pulang ke Indonesia. Dua tahun kemudian kembali ke Arab Saudi, saya sempat membangun usaha kargo sendiri bersama partner hingga akhirnya pada 2013 memilih menjadi freelancer.

Perjalanan kembali berlanjut. Tahun 2014 saya bekerja di perusahaan remitansi global (WU). Tahun 2018 saya dipercaya menjadi **representative salah satu bank plat merah, ditempatkan di Arab Saudi**, dan pada 2023 bergabung dalam tim marketing layanan remitansi bank lokal.

Di luar pekerjaan, sejak 2010 saya mulai belajar video editing dan membuat website secara otodidak, hasil kuliah di "Yahoo" dan "YouTube University". Saya juga aktif di berbagai komunitas, termasuk komunitas sepak bola, advokasi TKI/BMI hingga sekarang disebut PMI.

Pengalaman berorganisasi membawa saya pada kesempatan yang lebih besar. Pada 2024, saya dipercaya menjadi **Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)**. Pada tahun 2026, saya kembali mendapat pengalaman baru sebagai tenaga pendukung PPIH Arab Saudi.

Kalau melihat perjalanan itu dari belakang, saya sendiri kadang merasa tidak menyangka. **Dari seorang sopir perumahan, saya bisa sampai dipercaya menjadi bank representative, bahkan memimpin PPLN 2024 di kota Riyadh.**

Bukan perjalanan yang selalu mudah, tentu saja. Ada jatuh bangun, berganti pekerjaan, belajar dari keterbatasan, dan beradaptasi dengan keadaan.

Kini saya kembali menjadi freelancer. Tetapi satu hal tidak berubah: **saya masih ingin bekerja, terus belajar, mencoba hal-hal baru, dan sesekali berbagi cerita.**

Karena bagi saya, perjalanan hidup belum selesai. Selama masih diberi kesempatan, selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari dan dikerjakan.

  • TKI Saudi
  • BMI
  • PMI
  • indonesiainriyadh
  • otodidak
  • PPLN
  • PPIH

Kontak

Ada yang bisa dikerjakan?

Kirim pesan lewat form ini, atau langsung ke email. Saya biasanya membalas dalam satu hari kerja.