Jelang HUT Ke-81 RI, KBRI Riyadh Gelar Turnamen Badminton
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Arab Saudi dimulai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan warga Indonesia di Riyadh. Sebagaimana tahun sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh bersama WNI komunitas pencinta badminton resmi membuka #indonesiainriyadh Badminton Tournament 2026 di Raed Pro Court, Alrimal Center, Riyadh, Jumat (7/8/2026) pagi waktu setempat.
Turnamen diikuti 66 pasangan ganda atau 132 pemain dari delapan klub/perkumpulan bulu tangkis WNI di Riyadh. Seluruh klub tercatat hadir di lokasi acara tepat waktu sebelum babak kualifikasi bergulir pukul 08.00 waktu Arab Saudi.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Sugiri Suparwan, hadir membuka rangkaian pertandingan. Kehadirannya terasa istimewa karena Sugiri sebelumnya bertugas sebagai Wakil Kepala Perwakilan RI (Deputy Chief of Mission/DCM) di KBRI Riyadh dan mengenal betul komunitas badminton WNI di Ibu Kota Arab Saudi tersebut.
Dalam sambutannya, Sugiri menekankan pentingnya semangat dan kegigihan bertanding, tanpa melupakan tujuan utama turnamen sebagai ajang silaturahmi. Dilanjutkan dengan prosesi pembukaan turnamen yang ditandai dengan servis kehormatan yang dilakukan oleh Konjen RI didampingi ketua panitia, Tatang Muhtar.
Selain Sugiri, pembukaan turnamen turut dihadiri Rukmini Tri Setiati, PF Pensosbud I, serta Qomaruzzaman Basuni, PF Politik dan Protokol I, bersama sejumlah staf lokal KBRI Riyadh.

Pendaftar Membeludak, Panitia Lakukan Penyesuaian
Antusiasme peserta tahun ini melampaui perkiraan panitia. Dalam proposal awal, kuota yang disiapkan sebanyak 36 pasangan pada empat kategori. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah pasangan yang mendaftar dan lolos verifikasi mencapai 66 pasangan yang tersebar pada lima kategori.
Rinciannya, Grup A (ganda putra kelas pro) diikuti 10 pasangan, Grup B+ (ganda putra kelas pro) 8 pasangan, Grup B (ganda campuran kelas menengah/intermediate) 32 pasangan, Grup C (ganda campuran pemula) 8 pasangan, dan Grup D (ganda campuran fun game) 8 pasangan.
Ketua Panitia Pelaksana, Tatang Muhtar, mengatakan lonjakan peserta itu memaksa panitia melakukan sejumlah penyesuaian, mulai dari penambahan kategori, pengaturan ulang jam sewa lapangan, hingga perampingan durasi tiap partai.
"Pendaftar melebihi kuota yang kami siapkan. Ini kabar baik, sekaligus tantangan. Kami menambah satu kategori dan mengatur ulang jadwal agar semua pasangan tetap bisa bertanding tanpa mengorbankan kenyamanan pemain secara umum," kata Tatang.
Penanggung jawab Seksi Pertandingan, Tri Widyaskoro, menjelaskan babak kualifikasi memakai sistem setengah kompetisi (round robin) dan babak final memakai sistem gugur. Setiap partai ditentukan dengan perolehan 35 poin, dibagi dua set — 18 poin pada set pertama dan 17 poin pada set kedua — tanpa deuce.
"Formatnya kami rancang supaya rapat waktu, tapi tetap adil. Peringkat grup dihitung dari jumlah kemenangan, head to head, lalu selisih poin," ujar Tri Widyaskoro.

Puncak Turnamen 14 Agustus
Sepanjang hari pertama, sembilan lapangan di Raed Pro Court dipakai bergantian untuk partai-partai penyisihan grup hingga pertandingan ditutup pukul 11.00 waktu setempat. Suasana tribun ikut ramai oleh keluarga pemain dan warga Indonesia yang datang membawa bendera Merah Putih.
Turnamen akan dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026) untuk babak perempat final, semifinal, dan final, yang ditutup dengan penyerahan trofi serta hadiah bagi juara (champion) dan runner-up di setiap kategori.
Panitia berharap turnamen dua pekan ini tidak berhenti sebagai kompetisi olahraga, tetapi menjadi perekat komunitas WNI di Riyadh sekaligus wujud kecintaan terhadap Tanah Air pada momen HUT Ke-81 RI.
Sumber: JAPRI Riyadh
Komentar